Karena itu, ia menegaskan bahwa penegakan hukum seharusnya menyasar para cukong atau pemodal sebagai pihak yang paling diuntungkan dalam aktivitas PETI.
“Menurut saya, cukongnya dulu yang ditangkap,” tegasnya.
Prof. Abrar juga menyoroti nasib para pekerja PETI yang mempertaruhkan nyawa setiap hari.
Baca Juga: Walhi Desak Gubernur Bertindak Selamatkan Lingkungan dari Maraknya PETI di Parigi Moutong
Bahkan, ketika terjadi kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut sering kali tidak dilaporkan karena status kegiatan yang ilegal.
“Mereka ini kasihan, nyawanya digadaikan. Kalau ada yang meninggal, tidak dilaporkan. Sementara cukong-cukongnya yang jadi ‘bekingan’ tidak pernah terlihat. Tapi merekalah yang paling menikmati hasilnya,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, kawasan tambang emas Poboya dalam beberapa waktu terakhir kerap menjadi lokasi kecelakaan kerja.
Sejumlah peristiwa dilaporkan menyebabkan korban luka hingga meninggal dunia.
Kondisi ini menambah panjang daftar kecelakaan yang memperlihatkan lemahnya pengawasan serta kuatnya peran pemodal di PETI Poboya.












