Palu, MemoSulawesi.id – Insiden kecelakaan dump truck di kawasan yang diduga menjadi lokasi aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kelurahan Poboya, Kota Palu, kembali membuka tabir kuatnya peran pemodal di PETI Poboya dalam rantai aktivitas tambang emas ilegal tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim media, sejumlah pemodal diduga menguasai kolam rendaman material tambang emas di kawasan Poboya.
Kolam-kolam tersebut digunakan untuk menampung material batuan yang mengandung emas sebelum diproses lebih lanjut.
Baca Juga: Seorang Pekerja Asal Sulut Tewas Tertimpa Longsor di Tambang Ilegal Poboya Palu
Hasil investigasi tim media di lapangan mengungkap bahwa sejumlah inisial pemodal yang disebut mengelola kolam rendaman material tambang antara lain Hj CN, Hi AR, Hi AD, Hi SR, IN, dan AE.
Dari nama-nama tersebut, Hj CN disebut memiliki peran dominan dalam aktivitas PETI dan diketahui bersekongkol dengan seseorang yang memiliki koneksi kuat dengan pejabat tinggi di sebuah lembaga negara.
“Sebagian besar material hasil angkutan dump truck diduga distok ke kolam rendaman milik kongsi Hj CN di Lorong Monyet,” ujar seorang sumber kepada tim media, Sabtu 13 Desember 2025.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa dump truck yang mengalami kecelakaan terbaru di lokasi tersebut diduga tengah mengangkut material tambang menuju kolam rendaman yang dikelola oleh kongsi tersebut.
Fakta ini semakin menegaskan kuatnya peran pemodal di PETI Poboya, khususnya dalam penguasaan jalur distribusi material tambang.












