Ia mendorong pemerintah dan APH untuk:
- Meningkatkan sumber daya dan sarana pengawasan.
- Melakukan penegakan hukum tegas tanpa pandang bulu.
- Memperkuat koordinasi antarinstansi.
- Memberdayakan masyarakat untuk ikut mengawasi PETI.
- Menjamin proses hukum yang transparan dan akuntabel.
“Mestinya sudah dilakukan tindakan. Apa susahnya sih memanggil dan periksa orang-orang itu, panggil dan periksa para saksi! Tapi hal itu tidak dilakukan, kenapa?” tegas Dedi.
Baca Juga: Dugaan Pembiaran Aktivitas PETI di Desa Busak, LEPPAMI Kritik Kinerja Aparat
Ia mengatakan rang-orang yang menjadikan status, posisi, jabatan sebagai alat pengumpul rente, apapun resikonya itu soal nanti.
Namun yang selalu terlupakan oleh orang-orang seperti, yaitu tentang amarah atau murkah alam.
“Dan murkah Allah, tidak dalam hitungan menit biasanya alam dan Allah itu bisa ambil paksa apa yang mereka miliki,” katanya.
Baca Juga: Jatam Sulteng Dorong Komnas HAM Kawal Penegakkan Hukum PETI di Poboya Palu
Dedi menambahkan, Tuhan akan memberikan peringatan dengan cara-cara seperti sekarang bencana yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
“Bisa dilihat apa yang alam dan Allah pertontonkan apa yg terjadi di Sumatera sekarang,” ujar Dedi.












