Peristiwa

Dugaan Pembiaran Aktivitas PETI di Desa Busak, LEPPAMI Kritik Kinerja Aparat

×

Dugaan Pembiaran Aktivitas PETI di Desa Busak, LEPPAMI Kritik Kinerja Aparat

Sebarkan artikel ini
Dugaan Pembiaran Aktivitas PETI di Desa Busak, LEPPAMI Kritik Kinerja Aparat
Lembaga Pariwisata dan Pencinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI) Cabang Palu melontarkan kritik pada aparat penegak hukum (APH) terkait dugaan pembiaran aktivitas PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) di Desa Busak 1 dan Busak 2, Kecamatan Karamat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Buol, MemoSulawesi.id – Lembaga Pariwisata dan Pencinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI) Cabang Palu melontarkan kritik pada aparat penegak hukum (APH) terkait dugaan pembiaran aktivitas PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) di Desa Busak 1 dan Busak 2, Kecamatan Karamat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Direktur Utama LEPPAMI Cabang Palu, Alamsyah, menyebut aktivitas PETI di wilayah tersebut telah mencapai tingkat krisis lingkungan dan sosial yang serius.

Ia menilai kondisi itu semakin mengkhawatirkan karena adanya dugaan pembiaran serta lemahnya penegakan hukum oleh Polres Buol.

Baca Juga: Aktivitas PETI di Buol Diduga Makin Marak, Jatam Sulteng Desak Aparat Bertindak Tegas

“Apa yang terjadi di depan mata kita bukan sekadar pencurian sumber daya alam, tetapi tragedi ekologis dan sosial yang proses destruktifnya seolah sengaja dinormalisasi,” tegas Alamsyah dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Jumat 24 Oktober 2025.

Menurut Alamsyah, hasil investigasi dan laporan warga Desa Busak I menunjukkan dampak nyata dari aktivitas PETI.

Sungai yang sebelumnya jernih kini berubah keruh kecoklatan hingga berlumpur akibat aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat jenis excavator.

Baca Juga: Wali Kota Palu Temui Warga Aksi Keluhkan Aktivitas Galian C di Watusampu

“Dari hasil penelusuran, terkonfirmasi bahwa di areal PETI ilegal itu beroperasi sejumlah alat berat,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas tambang tersebut menimbulkan kerusakan ekosistem seperti pencemaran merkuri dan sianida, degradasi tanah, deforestasi, serta hilangnya keanekaragaman hayati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *