Peristiwa

Aktivis HAM Dedi Askary Nilai Aktivitas PETI di Parimo Masuk Fase Mengkhawatirkan, Perranyakan Sikap APH

×

Aktivis HAM Dedi Askary Nilai Aktivitas PETI di Parimo Masuk Fase Mengkhawatirkan, Perranyakan Sikap APH

Sebarkan artikel ini
PETI di Kawasan Hutan Parimo Kian Marak, LSM FORMAT Desak Polhut Gakkum Bergerak Tindak Pelaku
Walhi Desak Gubernur Bertindak Selamatkan Lingkungan dari Maraknya PETI di Parigi Moutong

Sebelumnya, media telah menyoroti sejumlah inisial terduga pelaku PETI di Taopa Utara seperti RF alias AB, KN, GF, MO, dan MD.

Selain itu, seorang cukong berinisial FR diduga mengoperasikan sedikitnya 7 unit excavator di Gio Barat, yang belakangan dikabarkan dipindahkan ke wilayah Lobu.

Dedi memaparkan sejumlah faktor yang diduga membuat penegakan hukum berjalan tidak optimal, antara lain:

Keterbatasan Sumber Daya

  • Personel pengawas lapangan minim dibanding luas wilayah.
  • Anggaran operasional terbatas.
  • Sarana pendukung seperti kendaraan dan perlengkapan lapangan tidak memadai.

Baca Juga: Penertiban PETI di Sungai Taopa Dinilai Hanya Formalitas, FORMAT Kritik Operasi GAKKUMHUT Tak Sentuh Cukong

Kompleksitas Jaringan PETI

  • Aktivitas PETI melibatkan jejaring kuat, termasuk oknum berpengaruh.
  • Sebagian masyarakat bergantung pada PETI sehingga penindakan menimbulkan resistensi.
  • Pengaruh politik lokal menghambat proses penegakan.

Lemahnya Koordinasi Antarinstansi

  • Koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi kehutanan dinilai tidak solid.
  • Koordinasi vertikal dengan pusat juga belum berjalan maksimal.

Potensi Konflik Kepentingan

  • Dugaan keterlibatan oknum APH.
  • Kedekatan pengusaha tambang ilegal dengan sebagian pejabat setempat.

Baca Juga: Pelaku PETI di Hulu Sungai Taopa Parimo Ditangkap GAKKUMHUT, Dua Tersangka Terancam Lima Tahun Penjara

Operasi Penertiban Dinilai Tidak Efektif
Dedi menilai operasi Polhut Dishut Sulteng dan Gakkumhut Sulawesi tidak memberikan efek jera.

“Operasi-operasi itu belum efektif. Tidak menyentuh cukong atau pihak yang membekingi PETI,” tegas Dedi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *