Selanjutnya, jenazah korban langsung dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Boalemo menggunakan ambulans.
Pencarian kemudian dilanjutkan oleh TNI-Polri bersama warga sekitar.
Sekitar pukul 15.00 Wita, petugas kembali menemukan satu korban meninggal dunia bernama Sharil (32), warga Dusun II Boloung, Desa Boloung Olonggata, Kecamatan Moutong.
Baca Juga: Jasa Raharja Sulteng Gelar Donor Darah dan Bakti Sosial Peringati HUT Ke-65
“Dengan ditemukannya satu korban tambahan, total korban meninggal dunia dalam peristiwa ini menjadi dua orang,” ungkap AKBP Hendrawan.
Selain korban meninggal, dua penambang lainnya berhasil selamat, yakni Karim (36), warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang mengalami patah tulang pada kaki, serta Faidat (25), warga Desa Boloung, Kecamatan Moutong, yang menyelamatkan diri dengan berlindung di tebing saat longsor terjadi.
Keduanya masih menjalani perawatan di Puskesmas Moutong.
Baca Juga: Jasa Raharja Sulteng Ikut Rapat Forum Lalu Lintas untuk Tekan Angka Kecelakaan
PETI Poboya Juga Makan Korban
Tidak hanya di Parigi Moutong, tragedi akibat aktivitas PETI juga kembali terjadi di kawasan Poboya, Kota Palu. Sebuah truk pengangkut material tambang ilegal mengalami kecelakaan di Kelurahan Poboya pada Kamis 25 Desember 2025.
Truk tersebut mengangkut material tambang dari lokasi PETI. Saat melintas di jalan menurun, kendaraan mengalami rem blong dan terjun ke bawah.












