Peristiwa

PETI Kembali Makan Korban Jiwa, Kawasan Poboya-Lobu Jadi Sorotan, Komnas HAM Angkat Bicara

×

PETI Kembali Makan Korban Jiwa, Kawasan Poboya-Lobu Jadi Sorotan, Komnas HAM Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
PETI Kembali Makan Korban Jiwa, Kawasan Poboya-Lobu Jadi Sorotan, Komnas HAM Angkat Bicara
Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali makan korban jiwa. Longsor terjadi di kawasan PETI Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada Minggu 28 Desember 2025 menyebabkan dua pekerja meninggal dunia serta satu orang luka berat.

Selanjutnya, jenazah korban langsung dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Boalemo menggunakan ambulans.

Pencarian kemudian dilanjutkan oleh TNI-Polri bersama warga sekitar.

Sekitar pukul 15.00 Wita, petugas kembali menemukan satu korban meninggal dunia bernama Sharil (32), warga Dusun II Boloung, Desa Boloung Olonggata, Kecamatan Moutong.

Baca Juga: Jasa Raharja Sulteng Gelar Donor Darah dan Bakti Sosial Peringati HUT Ke-65

“Dengan ditemukannya satu korban tambahan, total korban meninggal dunia dalam peristiwa ini menjadi dua orang,” ungkap AKBP Hendrawan.

Selain korban meninggal, dua penambang lainnya berhasil selamat, yakni Karim (36), warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang mengalami patah tulang pada kaki, serta Faidat (25), warga Desa Boloung, Kecamatan Moutong, yang menyelamatkan diri dengan berlindung di tebing saat longsor terjadi.

Keduanya masih menjalani perawatan di Puskesmas Moutong.

Baca Juga: Jasa Raharja Sulteng Ikut Rapat Forum Lalu Lintas untuk Tekan Angka Kecelakaan

PETI Poboya Juga Makan Korban

Tidak hanya di Parigi Moutong, tragedi akibat aktivitas PETI juga kembali terjadi di kawasan Poboya, Kota Palu. Sebuah truk pengangkut material tambang ilegal mengalami kecelakaan di Kelurahan Poboya pada Kamis 25 Desember 2025.

Truk tersebut mengangkut material tambang dari lokasi PETI. Saat melintas di jalan menurun, kendaraan mengalami rem blong dan terjun ke bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *