Peristiwa

Penertiban PETI di Sungai Taopa Dinilai Hanya Formalitas, FORMAT Kritik Operasi GAKKUMHUT Tak Sentuh Cukong

×

Penertiban PETI di Sungai Taopa Dinilai Hanya Formalitas, FORMAT Kritik Operasi GAKKUMHUT Tak Sentuh Cukong

Sebarkan artikel ini
Penertiban PETI di Sungai Taopa Dinilai Hanya Formalitas, FORMAT Kritik Operasi GAKKUMHUT Tak Sentuh Cukong
Penertiban PETI Taopa Dipertanyakan Efektivitasnya, Aktivitas Ilegal Diduga Berpindah Lokasi

Parimo, MemoSulawesi.id – Penertiban PETI di Sungai Taopa dinilai hanya formalitas setelah operasi oleh Balai Penegakan Hukum Kehutanan (GAKKUMHUT) Wilayah Sulawesi, Seksi Wilayah II Palu bersama personel Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah dianggap tidak efektif dan tidak menyentuh aktor utama.

Ketua LSM Forum Masyarakat Transparansi (FORMAT) Parigi Moutong, Rustam H. Husen, mengkritik operasi tersebut karena tidak mengungkap dalang maupun cukong pertambangan ilegal.

Ia menilai penindakan hanya menyasar pihak lapangan.

Baca Juga: Pelaku PETI di Hulu Sungai Taopa Parimo Ditangkap GAKKUMHUT, Dua Tersangka Terancam Lima Tahun Penjara

Rustam menyebut, petugas hanya menangkap seorang operator alat berat dan teknisi mesin dompeng. Selain itu, petugas hanya menyita dua unit excavator, padahal FORMAT menduga terdapat sekitar 15 unit alat berat yang beroperasi di wilayah Gio Barat, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong.

“Ini mohon maaf ya, semacam akal-akalan saja karena tidak membongkar siapa di balik tambang ilegal di Gio Barat ini,” tegas Rustam dalam keterangan tertulis diterima media ini pada Sabtu 15 November 2025.

Rustam meminta GAKKUMHUT dan Dishut Sulteng melakukan tindakan tegas untuk mengungkap siapa pengendali dan pemodal utama PETI di wilayah tersebut.

Baca Juga: Info Penertiban PETI Sungai Taopa Bocor, Gubernur Sulteng Geram: Lebih Pintar Pencuri Daripada Petugas

Ia mengapresiasi adanya operasi, namun menilai langkah itu masih jauh dari efektif.

“Kami ucapkan terima kasih atas operasi ini, tapi tidak menyasar pada pemodal utama. Kami menduga dua orang ini hanya tumbal dari kegiatan ilegal,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *