Peristiwa

Penertiban PETI di Sungai Taopa Dinilai Hanya Formalitas, FORMAT Kritik Operasi GAKKUMHUT Tak Sentuh Cukong

×

Penertiban PETI di Sungai Taopa Dinilai Hanya Formalitas, FORMAT Kritik Operasi GAKKUMHUT Tak Sentuh Cukong

Sebarkan artikel ini
Penertiban PETI di Sungai Taopa Dinilai Hanya Formalitas, FORMAT Kritik Operasi GAKKUMHUT Tak Sentuh Cukong
Penertiban PETI Taopa Dipertanyakan Efektivitasnya, Aktivitas Ilegal Diduga Berpindah Lokasi

Rustam juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, yang telah merespons maraknya PETI di Gio Barat.

Ia berharap Gubernur memerintahkan jajaran Dishut Sulteng dan Polisi Kehutanan (Polhut) menindak pelaku utama serta menangkap warga yang mengkapling kawasan hutan tanpa alas hak.

“Dugaan kami, masih banyak alat berat yang disembunyikan di hutan dan pemukiman warga, tapi tidak disita petugas. Ini ada apa?” tandasnya.

Baca Juga: Olly Dondokambey Resmi Buka Konferensi Daerah dan Konfercab Ke-VI PDIP Sulteng

Informasi yang dihimpun Tim Media menyebut adanya seorang cukong diduga berinisial Koh FR, yang juga diduga memiliki tujuh unit alat berat.

Sumber yang enggan disebut namanya menyebut Koh FR membagi alat berat itu kepada beberapa orang lapangan yang mengoperasikannya.

Koh FR disebut sebagai pengusaha asal Kabupaten Tolitoli yang membeli emas dari aktivitas PETI dan memfasilitasi alat berat untuk kegiatan ilegal tersebut.

Baca Juga: LSM Format Kecam Penertiban PETI di Hulu Sungai Taopa Tak Sentuh Cukong Besar

Ia kini dikabarkan menetap di Kota Palu dan diduga memiliki relasi kuat dengan pihak tertentu yang memudahkannya menjalankan bisnis tambang ilegal, terutama di Parigi Moutong.

Selain di Sungai Hulu Taopa, aktivitas PETI juga dilaporkan marak di Lobu, Lambunu, dan Desa Karya Mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *