Ia juga menyinggung pihak-pihak yang menjadikan status dan jabatan sebagai alat mengumpulkan rente, yang menurutnya sering mengabaikan murka alam.
“Dan murkah Allah, tidak dalam hitungan menit biasanya alam dan Allah bisa ambil paksa apa yang mereka miliki,” tambahnya.
Mantan Ketua Komnas HAM Sulteng ini menilai bahwa bencana yang terjadi di berbagai wilayah merupakan peringatan keras.
“Bisa dilihat apa yang alam dan Allah pertontonkan di Sumatera sekarang,” ujarnya.
Mantan Deputi Direktur Walhi Sulteng ini menekankan perlunya komitmen nyata pemerintah pusat dan daerah, APH, serta masyarakat untuk mengakhiri aktivitas PETI.
Dedi Askary menegaskan bahwa seluruh pihak harus berkomitmen menghentikan PETI demi menyelamatkan lingkungan Parigi Moutong.
“Kekayaan alam Parigi Moutong harus dinikmati secara berkelanjutan oleh masyarakat, bukan dikuasai segelintir orang melalui aktivitas ilegal,” tutupnya. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












