Mereka sepakat akan kembali turun ke jalan apabila PT CPM tidak memberikan jawaban resmi dalam satu minggu.
Bagi warga Poboya, perjuangan penciutan lahan konsesi bukan sekadar soal pengelolaan tambang, tetapi tentang hak memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih adil.
Tokoh masyarakat juga mendorong pemerintah daerah turun tangan untuk memfasilitasi dialog agar ketegangan tidak berlarut.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah, Polres Parimo dan Bulog Salurkan 100 Ton Beras ke Masyarakat
Kini masyarakat lingkar tambang Poboya menunggu langkah PT CPM.
Respons perusahaan dalam sepekan ke depan akan menjadi penentu arah perjuangan warga sekaligus menunjukkan apakah aspirasi mereka benar-benar didengar. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












