Sofyar menambahkan bahwa warga tidak ingin konflik berkepanjangan, namun sikap perusahaan yang tidak jelas semakin menguras kesabaran masyarakat.
Ia berharap PT CPM memberikan jawaban resmi agar eskalasi aksi dapat dihindari.
Aksi yang berlangsung hingga siang hari tidak direspons manajemen PT CPM.
Baca Juga: Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan Lewat Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa
Tidak ada satu pun petinggi perusahaan yang menemui massa, sehingga memperkuat kekecewaan warga yang merasa aspirasi mereka terus diabaikan.
Meskipun tanpa respons, peserta aksi tetap bertahan dan melanjutkan orasi.
Mereka menilai ketidakhadiran perusahaan menunjukkan ketidakseriusan dalam memberikan kepastian terkait pengelolaan konsesi dan peluang pembentukan WPR.
Baca Juga: Bulog Sulteng Pastikan Stok Beras Aman Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Aparat Polresta Palu melakukan pengamanan ketat selama aksi berlangsung. Puluhan personel disiagakan untuk menjaga agar situasi tetap kondusif.
Setelah beberapa jam menyampaikan tuntutan, demonstran membubarkan diri secara tertib. Namun warga menegaskan bahwa aksi ini tidak akan menjadi yang terakhir.












