Setelah itu Rei menceritakan semua kejadian yang dilakukan Ekal saat berada di dalam kamar pada Ikbal.
Kemudian Ikbal menanyakan kepada Rei apakah akan membalas perbuatan saudara Ekal.
Karena merasa sakit hati dengan perlakuan dan perkataan Ekal sehingga Rei menyuruh ikbal mengantarnya ke rumah untuk mengambil sebilah parang milik ayahnya yang tersimpan di atas lemari kamar.
Setelah mengganti pakaian dan menyiapkan parang yang diselipkan di dalam bajunya, Rei dan Ikbal menuju Homestay Ziban untuk mendatangi saudara Ekal.
Baca Juga: Survey Jalur Bersama Korlantas Polri jadi Upaya PT Jasa Raharja Cegah Kecelakaan pada Idulfitri 2025
Saat tiba, Rei turun dari sepeda motor dan masuk ke dalam kamar nomor 4 untuk mengecek Ekal yang saat itu sedang tertidur, sedangkan ikbal menunggu di atas motor.
Setelah melihat Ekal masih tertidur terkurap dengan kondisi pintu kamar terbuka Rei kemudian kembali ke depan homestay menemui Ikbal dan menyuruh memarkir kendaraanya di dekat kamar nomor 4 dengan posisi kepala motor menghadap ke arah jalan keluar.
Kemudian Rei mendekati Maya dan Aulia yang saat itu sedang menyapu di depan kamar nomor 4, dengan mengatakan “Saya mau potong Ekal ini”.
Namun Maya hanya menganggap Rei bercanda dan menyuruh Rei tidak memperdulikan Ekal.
Setelah itu Rei masuk ke pintu ruang tamu kamar nomor 4 lalu berkata pada Maya dan Aulia “Kamu tidak takut darah” sambil mengeluarkan sebilah parang pendek masih dalam sarung dari pinggangnya.
Setelah memperlihatkan kepada mereka akhirnya Aulia Maya ketakutan sehingga saat itu Aulia masuk ke dalam kamar tepat di samping kamar korban tidur dan Maya berpindah atau lari ke depan kamar nomor 4.












