Imam juga menilai pernyataan Livand di berbagai media mengenai penolakan tambang ilegal di Poboya, termasuk penggunaan sianida, memicu polemik di tengah masyarakat.
Hingga sekitar satu jam aksi berlangsung, Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng tidak menemui massa demonstran.
Kondisi tersebut memicu kemarahan sebagian massa yang kembali melempar telur dan tomat ke arah kantor.
Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Kepatuhan Norma Ketenagakerjaan dan Iklim Investasi Sehat di Sulteng
Aksi tersebut membuat halaman hingga bagian dalam kantor menjadi kotor.
Massa juga memasang palang kayu sebagai bentuk penyegelan serta mencoret dinding kantor menggunakan cat semprot.
Peristiwa tersebut membuat Kantor Komnas HAM Sulteng Risegel Warga sebagai bentuk protes terhadap pimpinan lembaga tersebut di daerah.
Baca Juga: DPRD Palu Bahas Raperda Perubahan Pajak dan Retribusi Daerah, Fraksi Beri Pandangan Umum
Klarifikasi Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng
Terpisah, Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer, yang ditemui wartawan setelah massa membubarkan diri menegaskan bahwa dirinya tetap berpihak kepada masyarakat.












