Terkait desakan legislator pada aparat penegak hukum (APH) ini, MemoSulawesi.id mencoba mengonfirmasi tanggapan Polda Sulteng melalui Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono.
Namun hingga berita diterbitkan, belum ada respon atau jawaban yang diterima MemoSulawesi.id.
Meski begitu, pihak PT AKM sendiri sudah memberikan tanggapan terkait hasil investigas JATAM Sulteng ini.
Melalui Romi selaku Mitra/Pengurus Koperasi PT AKM mempertanyakan hasil investigasi JATAM Sulteng yang menemukan adanya dugaan penambangan emas tanpa izin yang dilakukan oleh PT AKM.
“Kami juga bingung kajian mereka (JATAM Sulteng, red) itu seperti apa? AKM kan kontraktor nya PT CPM, seharusnya ditanyakan ke CPM. Berarti kalau AKM ilegal, CPM juga ilegal dong,” ujar Romi saat dihubungi melalui telepon WhatsApp pada Senin sore, 16 Desember 2024.
Kata Romi, PT AKM sudah melakukan aktivitas penambangan sesuai kontrak dengan PT CPM.
Sehingga menurutnya, kalau PT AKM dianggap ilegal berarti CPM juga ilegal.
“AKM menambang sudah sesuai kontrak,” tegasnya.
Disinggung soal informasi pengelolaan material diduga dilakukan di rumah oknum petinggi daerah, Romi membantah dan menegaskan hal itu tak benar.
“Pengolahan itu di lokasi tambang Poboya,” katanya.
Investigasi JATAM Sulteng Temukan Dugaan Penambangan Emas Ilegal
Diberitakan sebelumnya, hasil Investigasi JATAM Sulteng sejak Januari 2024 sampai November 2024, mengungkap dugaan aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan PT Adijaya Karya Makmur (AKM).
Aktivitas Adi Gunawan dkk selaku Direktur Utama PT AKM ini diduga terjadi di lahan Kontrak Karya PT Citra Palu Mineral.
Koordinator Pengembangan Jaringan JATAM Sulteng, Moh Tauhid mengungkapkan, Adi Gunawan Cs diduga menjalankan operasi penambangan ilegal di wilayah pegunungan Vatutempa, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan temuan, perusahaan ini diduga tidak memiliki legalitas izin resmi.
“Aktivitas penambangan tersebut telah berlangsung sejak 2018, dengan luas bukaan lahan mencapai 33,5 hektare dan volume material yang diambil diperkirakan mencapai 5 juta ton,” ujarnya di Kota Palu pada Senin siang, 16 Desember 2024.












