Kejadian serupa kembali terjadi pada 8 Oktober 2025. Seorang pekerja bernama Herman asal Pinrang tewas tertimpa longsor saat memuat material ke dalam truk.
Dokumen medis menyebut korban berusia 39 tahun itu mengalami luka robek di kepala dan nyeri dada.
Selain longsor, kecelakaan kendaraan truk yang hilir mudik di area tambang ilegal juga kerap terjadi.
Baca Juga: Kritik Keras Soal PETI Parimo, Ancaman Bencana di Lambunu–Taopa–Moutong Kian Menguat
Pada medio Oktober 2025, sebuah truk terperosok dan mengakibatkan pengemudinya terluka.
Kasus lain terjadi pada 28 November 2025. Rumah Sakit Sindhu Trisno Palu melalui media sosial mengumumkan keberadaan pasien tanpa identitas yang diduga menjadi korban kecelakaan di lokasi pertambangan Poboya.
Pasien laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi setengah sadar.
Baca Juga: Massa Poboya Ultimatum PT CPM, Beri Batas Waktu Satu Minggu Penuhi Tuntutan Warga
Karena rangkaian peristiwa ini hanya berdasarkan laporan media, jumlah korban sebenarnya boleh jadi lebih besar, mengingat wilayah tambang ilegal Poboya sulit dijangkau dan tertutup akses informasi. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












