“Kita ini bayar pajak dan para wakil-wakil kita yang duduk sekarang ini digaji dari dana pajak, dari uang kita rakyat, jadi kita harus mengawasi dan melaporkan kalau ada pelanggaran hukum,” jelasnya.
Sejak membeberkan kasus ini di media sosial dan kepada sejumlah jurnalis, Fithrat mengaku menerima tekanan, termasuk laporan terhadapnya atas dugaan pelanggaran UU ITE.
“Saya dikabari dilaporkan UU ITE, padahal yang saya beberkan itu kan fakta, bukan hoax,” katanya.
Fithrat juga meminta khususnya media di Sulawesi Tengah untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












