Peristiwa

Lahan Digusur dan Tak Ada koordinasi ke Warga soal Pembukaan Jalan PT CPM, DPRD Didesak RDP

×

Lahan Digusur dan Tak Ada koordinasi ke Warga soal Pembukaan Jalan PT CPM, DPRD Didesak RDP

Sebarkan artikel ini
Lahan Digusur dan Tak Ada koordinasi ke Warga soal Pembukaan Jalan PT CPM, DPRD Didesak RDP
Lahan digusur dan tak ada koordinasi ke warga Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu terkait pembukaan jalan PT Palu Citra Minerals atau CPM.

Palu, MemoSulawesi.id – Lahan digusur dan tak ada koordinasi ke warga Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu terkait pembukaan jalan PT Citra Palu Minerals atau CPM.

Bahkan mereka dilaporkan secara hukum atas penyegelan Kantor Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) pada 28 April 2025.

Isnawati, perwakilan warga Laranggarui, Kelurahan Talise, Kota Palu, mengemukakan bahwa masyarakat setempat telah mendorong pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

Wakil Ketua I DPRD Sulteng, Aristan, disebut sudah menerima surat permohonan resmi dari warga.

Baca Juga: Wawali Imelda Dampingi Wagub Sulteng Lepas Peserta Jalan Santai Festival Waisak Yayasan Karuna Dipa

“Kami masyarakat Laranggarui alhamdulillah sudah menyerahkan surat kepada Waket I Aristan dan sudah diterima,” ujar Isnawati kepada media, Senin (5/5/2025).

Isnawati menyebut aksi penyegelan kantor LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) oleh warga terjadi karena mereka merasa suara mereka diabaikan.

“Kami sudah beberapa kali bersabar menunggu dipertemukan dengan tiga inisial yang terkait, tetapi tidak pernah direspons,” tegasnya.

Menurut Isnawati, polemik soal pembebasan dan penjualan lahan sebenarnya bukan isu yang dilemparkan warga, melainkan pernyataan yang datang dari pihak CPM.

Baca Juga: Pria Diduga Pengedar Sabu Diciduk Polisi saat Tungggu Pelanggan di Tatanga

“Jalan yang sekarang dinikmati CPM itu dulunya adalah tanah masyarakat. Tapi sampai sekarang, janji-janji CPM kepada kami belum juga terealisasi. Kami juga tidak pernah menagih janji-janji itu sampai titik sekarang ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Isnawati menegaskan bereaksi karena lahan mereka sudah gusur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *