Peristiwa

Tungku Pabrik PT ZTE di IMIP Meledak dan Terbakar, Karyawan Berhamburan ke Luar Gedung

×

Tungku Pabrik PT ZTE di IMIP Meledak dan Terbakar, Karyawan Berhamburan ke Luar Gedung

Sebarkan artikel ini
Tungku Pabrik PT ZTE di IMIP Meledak dan Terbakar, Karyawan Berhamburan ke Luar Gedung

Morowali, MemoSulawesi.id – Tungku pabrik PT ZTE di kawasan PT IMIP Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, terbakar, Rabu (30/10/2024).

Tungku milik PT ZTEN Morowali meledak dikarenakan cairan slag keluar kolam penumpangan.

Saat kejadian, karyawan perusahaan dan di area itu berlarian.

Terdengar suara ledakan hingga berkali-kali dari lokasi kebakaran.

Informasi teranyar, tak ada korban jiwa dan korban luka pada insiden tersebut.

Baca Juga: Grand Final Pemilihan Titi MeiMei Sulteng 2024: Menguatkan Semangat Persatuan di Hari Sumpah Pemuda

Insiden meledaknya tungku pabrik PT ZTE ini mendapat perhatian Anggota DPRD Sulteng, Muhammad Syafri.

“Ini kejadian terus berulang dan memakan korban. Artinya bahwa mereka menerapkan pola keselamatan pekerja di bawah standar atau sangat rendah. Jadi, penyebab utama sudah bisa ditebak,” ucap Anggota DPRD Sulteng, Muhammad Safri.

Sekretaris FPKB DPRD Sulteng ini mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah merespon insiden kecelakaan tersebut.

Jangan sampai kata dia, Pemprov Sulteng menutup mata apalagi sampai adanya korban, terkhusus korban jiwa.

“Pemprov harus merespon ini, jangan tunggu nyawa melayang baru bereaksi. Investasi penting, tapi keamanan dan keselamatan pekerja kita jangan diabaikan, jangan hanya keuntungan finansial saja yang terus ada dipikiran anda,” tegas Safri.

Baca Juga: Eks Simpatisan MIT dan Warga Poso Serahkan Atribut ISIS Hingga Amunisi pada Aparat

Safri juga mendesak pemerintah pusat melakukan evaluasi serius dan menyeluruh.

Kata dia, mekanisme kesehatan dan keselamatan kerja (K3) ditegakkan, perusahaan tidak patuh harus disanksi tegas.

“Pemerintah pusat lemah dan lalai dalam mengawasi mereka. Kami meminta Presiden Prabowo untuk serius menangani hal ini. Berikan efek jera, bukan kongkalikong. Kalau perlu usir mereka dari Indonesia kalau tidak patuh dan mengikuti aturan di negara ini,” ujarnya.

Safri juga mendorong DPRD Sulteng untuk segera turun lapangan tanpa harus menunggu AKD terbentuk. Dirinya meminta rekan-rekannya di parlemen tidak tinggal diam.

“Kita tidak boleh tinggal diam, rekan-rekan di DPRD Sulteng harus segera turun ke lapangan. Ini adalah bagian dari komitmen kita sebagai wakil rakyat yang harus memberikan respon cepat terhadap peristiwa yang terjadi,” pungkasnya. ***

 

Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *