Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp membenarkan adanya sejumlah titik kerusakan berat pada ruas jalan Labonu–Mepanga.
“Masih ada sekitar 30 kilometer yang membutuhkan penanganan. Tahun lalu (2024) hanya 3 kilometer yang mendapat anggaran preservasi,” jelas Asbudianto, Kamis.
Ketika ditanya apakah tahun ini ada program lanjutan untuk perbaikan jalan tersebut, ia menyebut belum tersedia anggaran karena adanya refocusing.
“Tahun ini belum diprogramkan. Anggaran masih terkena refocusing. Kami berharap tahun depan bisa ada alokasi dana agar jalan itu bisa segera diperbaiki,” ujarnya.
Baca Juga: Korban Jiwa Kedua Banjir Desa Wombo Dongga Ditemukan Tim SAR Gabungan
Warga berharap pemerintah provinsi segera menjadikan kerusakan ini sebagai prioritas, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan dua kabupaten dan menjadi urat nadi distribusi barang serta mobilitas masyarakat di wilayah utara Sulawesi Tengah. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












