Anwar Hafid menyebutkan, selama ini masih terdapat masyarakat yang merasa cemas terhadap penyakit tertentu yang tidak sepenuhnya tercover oleh BPJS Kesehatan.
Melalui Program BERANI Sehat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berupaya menghilangkan kekhawatiran tersebut.
“Masyarakat tidak perlu takut. Apa pun itu, seperti cuci darah, penyakit jantung, atau kepesertaan BPJS yang terputus, semuanya bisa diselesaikan melalui Berani Sehat,” ujar Anwar.
Anwar Hafid menambahkan, Pemprov Sulteng terus melakukan pemutakhiran dan sinkronisasi data kepesertaan JKN dan PBI-JK bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Langkah tersebut bertujuan agar bantuan iuran tepat sasaran dan pelayanan kesehatan semakin maksimal.
Melalui Program BERANI Sehat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan penurunan signifikan jumlah PBI-JK nonaktif sekaligus memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Sulawesi Tengah.
“Berani Sehat adalah komitmen kami untuk menghadirkan layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan merata. Kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama pembangunan daerah,” tandas Anwar Hafid. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












