Palu, MemoSulawesi.id – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah (Bulog Sulteng) terus mengoptimalkan penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras 2025.
Bulog Sulteng menargetkan menuntaskan SPHP beras 2025 hingga akhir Januari 2026 sesuai kebijakan pemerintah pusat.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulteng, Jusri, menyatakan bahwa penyaluran SPHP beras sejatinya selalu berjalan, meski membutuhkan penyesuaian dari sisi penganggaran.
Baca Juga: Target Serapan Tahun 2026, Bulog Sulteng Bidik 11.000 Ton Beras Lokal dan 3.000 Ton Jagung
“Kami masih menunggu instruksi pusat terkait kebijakan 2026. Namun, pada prinsipnya SPHP tetap berjalan karena saat ini masih menggunakan anggaran 2025 dan kuota SPHP beras 2025 masih disalurkan,” ujar Jusri saat dihubungi pada Minggu 18 Januari 2026.
Jusri menjelaskan, menjelang bulan Ramadhan, permintaan masyarakat terhadap bahan pangan, khususnya beras, dipastikan meningkat.
Oleh karena itu, Bulog Sulteng memastikan intensitas penyaluran SPHP tetap berjalan guna menjaga stabilitas harga.
Baca Juga: Pantau Harga Pangan Jelang Tahun Baru, Bulog dan Satgas Pangan Sidak Serentak se Indonesia
Selain itu, kegiatan SPHP beras akan diintegrasikan dengan berbagai program pasar murah, baik melalui kerja sama dengan pemerintah daerah maupun melalui inisiatif Bulog secara mandiri.
“Pasar murah tetap kami galakkan, baik melalui skema kerja sama dengan pemerintah daerah maupun Bulog yang bergerak sendiri. Menjelang Ramadhan, kami tetap membuka ruang untuk gerakan stabilisasi, apalagi stok beras kami saat ini sangat aman, mencapai 21.000 ton,” ungkap Jusri.












