Tak hanya soal pelatihan teknis, Karding juga menekankan pentingnya literasi hukum dan keuangan.
Banyak kasus, menurutnya, pekerja migran tertipu kontrak atau kehilangan hasil kerja karena tidak paham cara mengelola uang.
“Ada yang kirim semua uang ke rumah, ternyata dipakai suaminya nikah lagi. Ini karena kurang literasi. Harus belajar cara mengatur keuangan dan berinvestasi,” ungkapnya, memantik tawa sekaligus keprihatinan audiens.
Menutup orasinya, Karding mengajak mahasiswa UIN Datokarama untuk menjadikan kuliah bukan sekadar mengejar ijazah, tetapi juga sebagai batu loncatan menjadi pemimpin masa depan—baik di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Menteri Karding dan 5 Pemda Sepakati Pelindungan PMI, Bangun Sistem Migrasi Aman dan Terpadu
“Gunakan masa muda dan kesempatan kuliah sebaik-baiknya. Jangan takut merantau. Jadi pekerja migran yang legal dan terampil adalah bagian dari jalan sukses dan berkontribusi untuk negeri,” tutupnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Karding juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rektor UIN Datokarama, Lukman S. Thahir, tentang tata kelola pelatihan calon pekerja migran Indonesia di lingkungan kampus. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












