Ia masih mengalami demam sehingga meminta Wakil Bupati Buol Nasir Dj Daimaroto mewakilinya dalam Rakor KPK.
“Hari ini kondisi saya sudah mulai membaik,” tambahnya.
Meski diwakili, Pemerintah Kabupaten Buol tetap menyampaikan komitmen dalam mendukung program pemberantasan korupsi yang digalakkan KPK.
Baca Juga: Pengusutan Dugaan Korupsi Berlanjut, KPK Siaplan Jadwal Pemeriksaan Bupati Buol
Risharyudi Triwibowo menjadi sorotan publik karena KPK berencana memeriksanya kembali dalam kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) serta penerimaan gratifikasi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Budi Prasetyo menegaskan bahwa penyitaan kendaraan mewah milik Bowo pada 21 Juli 2025 adalah langkah hukum untuk pembuktian dan optimalisasi aset.
Pernyataan ini membantah klaim Bowo yang menyebut dirinya berinisiatif mengembalikan kendaraan tersebut.
Baca Juga: LPR Desak Bupati Buol Ditetapkan Tersangka, Usai KPK Sita Moge RYT
“Aset tersebut disita oleh penyidik karena diduga terkait dengan perkara,” tegas Budi.
Sebelumnya, Bowo—mantan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah—mengakui pernah menerima gratifikasi.












