Ia menekankan bahwa persoalan besar tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan.
“Yang kita butuhkan bukan hanya bekerja, tetapi bekerja sama,” katanya menegaskan.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa setiap individu yang memiliki kelebihan baik dalam bentuk kekuasaan, sumber daya, maupun pengaruh memiliki tanggung jawab moral untuk membantu sesama.
Baca Juga: Dugaan Tumpang Tindih Izin Tambang Mencuat di Sulteng, Izin Baru Terbit Saat Proses Perpanjangan IUP
Pesan “ibu” Sulawesi Tengah, kata dia, sederhana namun mendasar: menolong saudara yang membutuhkan.
“Ibu kita tidak meminta banyak. Ia hanya meminta kita menolong saudara-saudara kita yang masih hidup dalam keterbatasan,” ujarnya.
Menutup pidatonya, Gubernur berharap agar di usia ke-62 ini, Sulawesi Tengah mampu menjadi daerah yang menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakatnya.
Ia membayangkan “ibu” Sulawesi Tengah dapat tersenyum melihat kondisi anak-anaknya yang semakin sejahtera.
“Semoga di ulang tahun ke-62 ini, ibu kita tersenyum dan bahagia karena seluruh anak-anaknya merasakan kesejahteraan,” tuturnya.












