“Hari ini dia berulang tahun. Maka sebagai anak yang tahu diri, mari kita memberikan yang terbaik bagi ibu kita. Pengabdian seorang anak tidak boleh berbatas,” katanya.
Gubernur kemudian mengajak seluruh pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk aparat TNI, Polri, kejaksaan, hingga pemerintah desa untuk mengubah cara pandang dalam bekerja.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak akan mencapai kemajuan apabila masih terjebak pada kepentingan jangka pendek dan orientasi jabatan.
Baca Juga: Wagub Sulteng Sampaikan 6 Raperda Strategis, Fokus Pendidikan, PAD dan Tanggung Jawab Perusahaan
“Kalau gubernur, bupati, hingga anggota legislatif hanya berpikir tentang periode jabatan, maka daerah ini tidak akan pernah maju,” ujarnya.
Dalam pidatonya, ia juga menyinggung berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi daerah.
Ia menyebut masih terdapat ratusan ribu masyarakat yang hidup dalam kondisi belum sejahtera serta puluhan ribu rumah tidak layak huni yang tersebar di kabupaten dan kota.
“Ibu kita hari ini memanggil kita. Masih banyak anak-anaknya yang belum beruntung. Ini menjadi tanggungan kita bersama,” ucapnya.
Momentum HUT, menurut dia, harus menjadi titik balik untuk memperkuat kerja sama lintas sektor.












