Gubernur Anwar Hafid kembali menegaskan bahwa penggunaan dana CSR dari pemerintah daerah untuk mendanai klub sepak bola adalah kebijakan yang keliru.
“Tidak boleh klub sepak bola dibiayai melalui Pemda. Itu keliru,” tegasnya.
Kritik ini semakin menguatkan sorotan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana CSR di Sulawesi Tengah, khususnya yang bersinggungan dengan kepentingan politik dan olahraga. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












