Tokoh masyarakat lainnya, Obin, mengungkapkan sebelum perusahaan itu hadir, akses jalan di desa mereka sangat sulit untuk dilewati. Bayangkan saja kata dia, bila ingin berpergian ke luar desa, butuh waktu hingga beberapa hari.
“Perubahan sudah ada. Dulu butuh berhari-hari kalau ke luar desa. Sekarang hanya dalam hitungan jam sudah tiba. Kami melihat PT CAS hadir dengan kepedulian yang tinggi kepada masyarakat,” katanya.
Kepala Desa Menyoe, Sulwinsis Dowo, menambahkan bahwa izin operasional perusahaan sudah keluar sejak 10 Januari 2025. Mau tak mau, perusahaan ini harus didukung berinvestasi di desa yang dipimpinnya.
“Kami tidak punya wewenang lebih. Kalau melihat sejauh ini, perusahaan memberi manfaat, termasuk menyahuti apa kebutuhan pembangunan yang diharapkan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Dandim 1306/KP Salurkan Logistik ke Korban Banjir Bandang Wombo Induk dan Wombo Kalonggo
Dukungan Kuat Tete Pangga
Lebih kuat lagi, dukungan juga datang dari tokoh adat Suku Wana, Tete Pangga, atau akrab disapa “Bue Pangga”. Pria ini sangat disegani di lingkungan Suku Wana.
Saat bertemu pihak perusahaan baru-baru ini, dalam bahasa daerah setempat, Tete Pangga menyampaikan apresiasinya telah terbangun kolaborasi pemerintah dengan perusahaan.
“Kami menghargai perusahaan yang bekerja sama membangun daerah ini. Jangan ada lagi yang menghambat atau memalang aktivitas perusahaan,” pintu tokoh adat yang masyhur di Suku Wana ini.
Tete Pangga yang kini berusia 94 tahun adalah tokoh adat di Gunung Tua, situs budaya tertua di Menyoe.
Baca Juga: Update Kisruh Anggaran Sulteng Nambaso, Sekprov Novalina Mangkir dari Panggilan Kejati
Ia berharap kedamaian di wilayah yang didiami Suku Wana.
Jika ada persoalan, hendaknya diselesaikan dengan damai dan mengedepankan komunikasi.












