“Kita berharap program ini menjadi langkah baik, dan seluruh stakeholder berperan aktif mendukung program pemerintah,” tambahnya.
Wakil Wali Kota Imelda juga mendorong keterlibatan lebih banyak orang tua asuh dalam upaya pencegahan stunting.
Ia mencontohkan bahwa di Kecamatan Palu Barat, beberapa perusahaan telah ikut bekerja sama mendukung program ini.
“Saya berharap Palu Timur dan kecamatan lainnya juga dapat melibatkan stakeholder setempat,” ujar Imelda.
Program Dapur Sehat Cegah Stunting diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting secara signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, menjelaskan bahwa berdasarkan survei nasional, prevalensi stunting di Kota Palu masih berada di angka 25,6 persen.
Baca Juga: Jasa Raharja Sulteng Tekankan Pentingnya Disiplin Berlalulintas pada Mahasiswa Universitas Tadulako
“Target kita turun hingga 14 persen sesuai target nasional. Mudah-mudahan tidak ada lagi penambahan kasus,” ujarnya.
Menutup wawancara, Wakil Wali Kota Imelda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan bersama melawan stunting.












