Palu, MemoSulawesi.id – Komisi B DPRD Kota Palu menyoroti minimnya pengembangan sejumlah ikon pariwisata kota yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sorotan terkait minimnya pengembangan ikon pariwisata kota tersebut mengemuka dalam rapat bersama mitra kerja, yakni Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Palu, yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi B DPRD Palu, Jalan Moh. Hatta, Rabu 3 Juni 2026.
Anggota DPRD Kota Palu, Muslimun, menilai salah satu langkah untuk mengembalikan kekuatan ekonomi daerah adalah dengan mempertimbangkan kembali pelaksanaan festival di kawasan Teluk Palu.
Baca Juga: Ketua DPRD Palu Hadiri Rakor Produk Hukum Daerah Regional Sulawesi 2026
Muslimun membandingkan pemanfaatan potensi Teluk Palu pada era Wali Kota Rusdy Mastura, Hidayat, dan Hadianto Rasyid.
Menurutnya, Festival Teluk Palu dan Festival Palu Nomoni yang pernah digelar pada periode kepemimpinan sebelumnya berhasil menarik perhatian nasional, sementara kegiatan serupa belum terlihat pada dua periode terakhir pemerintahan Hadianto Rasyid.
“Karena dua festival ini menarik atensi nasional, tentu banyak keuntungan bagi Kota Palu dari sisi penganggaran maupun peningkatan ekonomi lokal lantaran kehadiran banyak wisatawan. Selain itu, perlu dipikirkan kembali apakah bisa kegiatan bertaraf nasional ini selalu berganti-ganti nama?” kata Muslimun.
Baca Juga: DPRD Palu Bahas Raperda Perubahan Pajak dan Retribusi Daerah, Fraksi Beri Pandangan Umum
Ia menjelaskan bahwa salah satu agenda yang dapat mengisi kalender kegiatan tahunan tersebut adalah olahraga triathlon yang menggabungkan cabang renang, bersepeda, dan lari.
Meski demikian, legislator dari daerah pemilihan Palu Barat-Ulujadi itu meminta agar pemerintah tetap mempertimbangkan aspek sosial budaya masyarakat serta perubahan kawasan Teluk Palu pascabencana tahun 2018.








