Berita

Soroti Minimnya Pengembangan Ikon Pariwisata Kota, Komisi B DPRD Palu Dorong Inovasi dan Kolaborasi

×

Soroti Minimnya Pengembangan Ikon Pariwisata Kota, Komisi B DPRD Palu Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
Soroti Minimnya Pengembangan Ikon Pariwisata Kota, Komisi B DPRD Palu Dorong Inovasi dan Kolaborasi
Komisi B DPRD Kota Palu menyoroti minimnya pengembangan sejumlah ikon pariwisata kota yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain potensi Teluk Palu, Muslimun juga menyoroti minimnya inovasi dalam pengembangan Uwentumbu sebagai ikon wisata baru Kota Palu.

Ia menilai instansi terkait perlu menggandeng komunitas seperti Indonesia Off-Road Federation (IOF) yang memiliki pengalaman dalam aktivitas medan ekstrem yang sesuai dengan karakteristik kawasan Uwentumbu.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kota Palu, Ratna Mayasari Agan, turut menyoroti Rencana Induk Pariwisata Kota Palu, khususnya terkait tindak lanjut pengembangan ikon pariwisata daerah.

“Seingat saya tahun 2025 pernah ada penganggaran sekitar Rp200 juta untuk rencana awal pengembangan pariwisata kota tua di Palu. Harusnya itu tidak berhenti hanya di seremoni saja, tetapi harus ada tindak lanjut mau dibikin seperti apa pengembangannya,” ujar Ratna.

Ratna menambahkan bahwa Dispar Kota Palu justru memperoleh kenaikan anggaran di tengah kebijakan efisiensi.

Anggaran dinas tersebut meningkat dari sekitar Rp9–10 miliar pada tahun sebelumnya menjadi Rp11 miliar pada tahun 2026.

Legislator dari daerah pemilihan Palu Selatan-Tatanga itu juga menyoroti kurangnya inventarisasi persoalan di internal Dispar Kota Palu.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah keberadaan bangunan di kawasan wisata Salena yang berada dalam yurisdiksi Pemerintah Kota Palu.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Palu, Nendra Kusuma Putra, mendesak kepala dinas beserta jajarannya untuk segera memperbarui Rencana Strategis (Renstra) Pariwisata periode 2021–2026 yang akan segera berakhir.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, meminta Dispar Kota Palu untuk memperkuat kolaborasi dengan instansi terkait maupun pihak swasta guna mengoptimalkan pengembangan destinasi wisata lama dan baru demi meningkatkan perekonomian daerah.

“Misalnya, Kawasan Wisata Salena, bukan hanya pekerjaan Dinas Pariwisata saja. Harus ada keterlibatan Dinas Permukiman, Dinas PU, Dinas Perhubungan, dan pihak-pihak lain yang diharapkan bisa berkontribusi dalam peningkatan sektor pariwisata,” tegas Rusman Ramli. ***

 

Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.