Suasana hangat tampak saat relawan berinteraksi dengan anak-anak di lokasi pengungsian.
Tawa yang sempat hilang akibat bencana mulai kembali terdengar. Kegiatan menggambar, bermain bersama, hingga sesi motivasi menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial yang terus dilakukan.
Koordinator Relawan PSI Peduli, Moh Maskur, menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun mental.
Baca Juga: Bulog Sulteng Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Gempa di Sigi dan Palu
“Ketika bencana terjadi, yang rusak bukan hanya rumah dan fasilitas umum. Ada trauma yang dirasakan masyarakat, terutama anak-anak. Karena itu kami hadir tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga memberikan pendampingan agar mereka kembali memiliki semangat dan harapan,” ujarnya.
Keberadaan dapur umum yang dibuka PSI Peduli juga mendapat respons positif dari masyarakat.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, fasilitas tersebut dinilai mampu meringankan beban keluarga yang masih fokus membersihkan rumah dan lingkungan pascabencana.
Baca Juga: KPU dan Bawaslu Kunjungi DPW PSI Sulteng, Perkuat Koordinasi Menuju Tahapan Pemilu
Sejumlah warga mengapresiasi langkah DPW PSI Sulteng yang hadir membantu masyarakat sejak hari pertama setelah gempa terjadi.
Menurut mereka, perhatian terhadap kondisi psikologis warga merupakan kebutuhan penting dalam masa pemulihan.












