Suara gemuruh dari pegunungan maupun getaran kecil yang terjadi setelah gempa kerap memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Seorang ibu rumah tangga mengungkapkan bahwa anak-anak di desanya masih sulit melupakan peristiwa tersebut.
“Kalau malam mereka sering terbangun dan menangis. Begitu mendengar suara keras sedikit saja, mereka langsung takut dan mencari orang tuanya. Yang mereka butuhkan sekarang bukan hanya makanan, tetapi juga rasa aman,” tuturnya.
Baca Juga: Bulog Sulteng Salurkan 100 Ton Jagung SPHP, Bantu Peternak Dapat Pakan Murah
Di tengah situasi tersebut, kehadiran Posko PSI Peduli menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat.
Melalui berbagai program kemanusiaan, PSI Peduli Bantu Pulihkan Semangat Warga Lembantongoa yang masih berjuang menghadapi dampak gempa dan longsor.
Selain menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, relawan PSI Peduli juga membuka dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para penyintas yang berada di lokasi pengungsian maupun di sekitar rumah mereka.
Baca Juga: PSI Sulteng Kirim 1.500 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Kabupaten Sigi
Relawan PSI Peduli juga memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan psikologis anak-anak melalui kegiatan trauma healing.
Berbagai aktivitas edukatif dan permainan dilakukan untuk membantu anak-anak kembali tersenyum serta mengurangi rasa takut yang mereka alami pascagempa.












