Peristiwa

KNPI Minta Pemerintah Ambil 3 Langkah Strategis Pasca Longsor Tambang Tewaskan 2 Penambang

×

KNPI Minta Pemerintah Ambil 3 Langkah Strategis Pasca Longsor Tambang Tewaskan 2 Penambang

Sebarkan artikel ini
KNPI Minta Pemerintah Ambil Langkah Strategis Pasca Longsor Tambang Tewaskan Dua Penambang
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan duka mendalam longsor di kawasan tambang Poboya dan mengakibatkan dua warga meninggal dunia akibat aktivitas penambangan tanpa izin (PETI).

Palu, MemoSulawesi.id – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan duka mendalam longsor di kawasan tambang Poboya dan mengakibatkan dua warga meninggal dunia akibat aktivitas penambangan tanpa izin (PETI).

Ketua KNPI Provinsi Sulawesi Tengah, Widya Ponulele, menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dan praktik pengelolaan tambang di daerah.

Ia mengingatkan bahwa keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam tata kelola sumber daya alam.

“Peristiwa ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Pemerintah harus segera turun tangan tidak hanya untuk menertibkan, tetapi juga untuk membangun pendekatan yang lebih manusiawi dan berkeadilan terhadap warga sekitar tambang,” ujar Widya.

Baca Juga: Longsor Timpa Wilayah PETI Poboya, Seorang Warga Dikabarkan Meninggal Dunia

Widya menekankan bahwa akar persoalan dari keberadaan penambang liar tak bisa dipisahkan dari persoalan struktural: minimnya akses terhadap pekerjaan layak, lemahnya pengawasan.

“Penertiban tanpa solusi hanya akan melahirkan ketegangan sosial baru. KNPI mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog dan merancang solusi bersama untuk menciptakan aktivitas tambang yang berkeselamatan, dengan melibatkan masyarakat sipil, akademisi, dan pemuda daerah,” tambahnya.

Tiga Langkah Mendesak yang Didukung KNPI:

  1. Penegakan hukum yang berkeadilan terhadap aktivitas tambang ilegal, tanpa mengabaikan pendekatan sosial.
  2. Penyediaan alternatif ekonomi yang konkret bagi warga di sekitar tambang, termasuk pelatihan dan akses modal usaha.
  3. Penguatan peran pemuda lokal dalam program mitigasi, pemantauan lingkungan, dan edukasi keselamatan.

Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Instruksikan Bupati Parimo, Minta Berantas Tambang Ilegal dalam 100 Hari Kerja

Pemuda Siap Kawal Perubahan

Widya menyatakan bahwa KNPI siap mengawal langkah-langkah perubahan yang mendukung tata kelola tambang yang adil, ramah lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak menjadi alasan pembiaran terhadap risiko kemanusiaan dan ekologis. Aktivitas penambangan yang dilakukan seharusnya memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan bagi seluruh Masyarakat di sekitar lokasi pertambangan,” tandasnya. ***

Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *