Dirinya juga menegaskan, bahwa walau tanggap bencana selama 14 Hari nantinya telah lewat, pihak TNI dalam hal ini Kodim 1306/KP bersama dengan Polres Donggala, akan terus berada di lokasi untuk membantu warga dalam membersihkan sisa sisa lumpur yang masih menimbun sejumlah rumah warga.
” Wilayah ini merupakan daerah binaan Kodim 1306/KP, jadi bersama dengan Polres Donggala dan pihak terkait, akan terus membantu warga dalam membersihkan lumpur yang masih ada, yang menutupi sejumlah rumah warga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Wombo Kalonggo, Zulfikar, mengungkapkan bahwa memasuki hari kesembilan pascabanjir, warga masih sangat membutuhkan bantuan logistik.
Kondisi lahan pertanian yang belum bisa digarap membuat masyarakat belum dapat beraktivitas secara normal.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Dorong Bandara Palu Naik Kelas, Jadi Status Internasional dan Embarkasi Haji
“Kami sangat bersyukur atas perhatian dari pemerintah, TNI/Polri, serta para relawan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” tuturnya.
Zulfikar menjelaskan, dari total 280 kepala keluarga (KK) di desa tersebut, sebanyak 129 KK terdampak langsung oleh banjir. Sisanya ikut merasakan dampak tidak langsung, terutama akibat akses jalan yang rusak parah.
“Wilayah terparah ada di Dusun I dan Dusun II. Bahkan ada warga yang membutuhkan sepatu boot karena menderita penyakit kulit akibat lumpur,” tambahnya. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












