“Dengan adanya beras SPHP, masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Sebagai informasi, hingga akhir 2025 realisasi penyaluran SPHP beras secara nasional telah mencapai 802,9 ribu ton yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Kebijakan perpanjangan ini juga didukung oleh stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog yang mencapai 3,25 juta ton.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah, Polres Parimo dan Bulog Salurkan 100 Ton Beras ke Masyarakat
Kondisi tersebut memberikan ruang yang cukup bagi pemerintah untuk melakukan intervensi pasar secara terukur.
Penyaluran SPHP beras 2025 dilakukan melalui berbagai kanal distribusi, seperti Koperasi Desa Merah Putih, pasar rakyat, ritel modern, serta Gerakan Pangan Murah, guna menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.
Sementara itu, terkait pelaksanaan SPHP beras 2026, Bapanas masih memproses pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Launching Bantuan Pangan, Wagub Reny Pastikan Bulog Siap Beli Hasil Panen Petani Sulteng
Adapun target penyaluran SPHP beras 2026 sebesar 1,5 juta ton telah disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada 29 Desember 2025. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












