Palu, MemoSulawesi.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, M Sultan Amin Badawi, menyoroti anggaran Bus Trans Palu yang dinilainya perlu dievaluasi, terutama dari sisi efektivitas pembiayaan dan kebutuhan masyarakat.
Sultan Amin Badawi menyampaikan hal tersebut saat melaksanakan reses atau penjaringan aspirasi catur wulan II Tahun 2026 di Kompleks Panti Asuhan Al-Muhajirin, Jalan Kunduri, Kota Palu, Jumat malam, 21 Agustus 2026.
Menurut Sultan, Pemerintah Kota Palu perlu memastikan setiap program yang menggunakan anggaran besar memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Baca Juga: Reses DPRD Palu, Abdurrahim Al Amri Serap Aspirasi Warga Salena soal Jalan dan Air Bersih
“Menurut kami, ada kebijakan yang kurang tepat karena memakai anggaran terlalu besar, tetapi dampak ekonominya kecil bagi masyarakat,” ujar Sultan.
Ia mencontohkan Bus Trans Palu sebagai salah satu program yang perlu dikaji secara menyeluruh. Menurutnya, masyarakat tetap membutuhkan transportasi publik, tetapi jumlah armada dan pembiayaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Transportasi umum tetap dibutuhkan, tetapi jumlahnya harus proporsional. Kalau misalnya Kota Palu membutuhkan lima unit, kenapa harus disediakan sampai 20 unit?” katanya.
Baca Juga: Kabel Internet Semrawut di Palu Disorot DPRD, Nurhalis Minta Pemkot Segera Tertibkan
Sultan menegaskan, pemerintah seharusnya menentukan jumlah armada berdasarkan riset dan studi yang matang. Langkah tersebut diperlukan agar kebijakan pengadaan tidak berujung pada pemborosan anggaran.
Ia juga menyoroti kondisi sejumlah bus yang dinilainya belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, bus yang masih kerap terlihat kosong menunjukkan perlunya evaluasi terhadap tingkat keterisian penumpang dan biaya operasional yang dikeluarkan setiap bulan.










