Sulawesi

Sosialisasi Pengenalan Ciri Keaslian Uang Rupiah pada Jajaran Botasupal dan Media Massa

×

Sosialisasi Pengenalan Ciri Keaslian Uang Rupiah pada Jajaran Botasupal dan Media Massa

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Pengenalan Ciri Keaslian Uang Rupiah pada Jajaran Botasupal dan Media Massa
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah sosialisasi pengenalan Ciri Keaslian Uang Rupiah pada jajaran Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) dan masyarakat melalui media, Senin siang, 20 Januari 2025. (Foto: Ist)

Palu, MemoSulawesi.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah sosialisasi pengenalan Ciri Keaslian Uang Rupiah pada jajaran Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) dan masyarakat melalui media, Senin siang, 20 Januari 2025.

Hal ini sebagai upaya menangkal tindak pidana penyebaran Rupiah palsu.

Sosialisasi ini berlangsung di Hotel Aston, Kota Palu, Sulteng.

Botasupal merupakan Lembaga non struktural yang dibentuk Pemerintah melalui Undang Undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Peraturan Presiden No 123 Tahun 2012 sebagai upaya untuk menghadapi ancaman kejahatan di bidang uang palsu dan dokumen sekuriti palsu yang beranggotakan BIN, Kejati, Polri, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah sosialisasi pengenalan Ciri Keaslian Uang Rupiah pada jajaran Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) dan masyarakat melalui media, Senin siang, 20 Januari 2025.

Baca Juga: Dua Pemuda Asal Parigi Diciduk Polisi, Diduga Edarkan Narkoba

Sosialisai dibuka langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Rony Hartawan.

Rony menegaskan, Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri, namun dibutuhkan sinergi, kolaborasi dan inovasi dari masing-masing instansi di bawah koordinasi Botasupal dalam upaya memerangi penyebaran Rupiah palsu di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

Adanya pengungkapan kasus pabrik uang palsu di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan maraknya informasi yang beredar di media sosial tentang uang palsu menyebabkan terjadinya disinformasi dan kekhawatiran di masyarakat.

“Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri, sehingga dibutuhkan peran rekan-rekan media sebagai partner dalam menyampaikan kebijakan Bank Indonesia khususnya terkait dengan penanganan rupiah palsu,” ujarnya.

Baca Juga: Personel Satgas Madago Raya Kunjungi Eks Napiter di Dusun Tamanjeka Poso

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pengetahuan dan pemahaman secara mendalam mengenai teknik untuk mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah.

Diberikan juga strategi penanggulangan dan komunikasi publik kasus Rupiah Palsu yang dibawakan langsung oleh narasumber dari Departemen Pengelolaan Uang (DPU) Bank Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *