Palu, MemoSulawesi.id – Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Agus Nugroho, memimpin konferensi pers akhir tahun 2024 di Aula Rupatama Polda Sulteng pada Selasa malam, 31 Desember 2024. Di momen itu juga ditampilkan senjata api rakitan dan bom hasil operasi Satgas Madago Raya.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Helmi Kwarta Putra Rauf, Irwasda, sejumlah Pejabat Utama, serta Kaops Madago Raya, Kombes Pol Boy FS Samola.
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolda yang juga bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (PJKO) menjelaskan capaian penting sepanjang tahun 2024, termasuk keberhasilan operasi kepolisian yang berfokus pada pengamanan dan penegakan hukum di wilayah Sulawesi Tengah.
Kombes Pol Boy FS Samola, selaku Kaops Madago Raya, memaparkan sejumlah temuan signifikan dalam operasi kepolisian, salah satunya mengenai senjata api rakitan.
Baca Juga: 27 Kasus Korupsi Ditangani Sepanjang 2024, Polda Sulteng Amankan Keuangan Negara Rp 4,7 Miliar
Sepanjang tahun 2024, Polda Sulteng telah melaksanakan beberapa operasi, baik terpusat maupun kewilayahan.
Salah satu operasi yang mendapat perhatian adalah Operasi Madago Raya yang dilaksanakan dalam empat tahap sepanjang tahun ini.
Dalam operasi tersebut, Satgas Madago Raya berhasil mengungkap dan menyita berbagai senpi rakitan, yang mencakup 3 pucuk senjata api rakitan laras panjang dan 2 pucuk senjata api rakitan laras pendek.
Selain itu, tim juga berhasil mengamankan 389 butir amunisi tajam, 21 butir amunisi hampa, serta 18 buah bom rakitan.
Baca Juga: Polda Sulteng Tangani 634 Kasus Narkoba Sepanjang 2024, 811 Tersangka Diamankan
Keberhasilan ini menegaskan komitmen aparat keamanan dalam menanggulangi ancaman keamanan, khususnya terkait senjata api rakitan yang dapat disalahgunakan oleh kelompok teroris di wilayah Poso dan sekitarnya.
Selain senjata api rakitan, temuan signifikan lainnya termasuk 1 pucuk senapan angin PCP beserta teleskop dan penyerahan atribut radikalisme oleh eks simpatisan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Kabupaten Poso, yang mencakup bendera dan jaket berlogo ISIS.












