Tambahnya lagi, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Provinsi Sulteng sudah di atas 90 persen.
Begitu juga dengan tingkat keaktifan peserta juga sudah lebih dari 80 persen sehingga sangat memungkinkan menerapkan UHC prioritas.
Namun saat Deputi Direksi Wilayah X membedah tingkat keaktifan peserta per kabupaten kota ternyata masih terdapat 3 kabupaten dengan tingkat keaktifan peserta di bawah 80 persen sehingga pendekatan UHC prioritas masih terkendala untuk menjangkau seluruh wilayah Sulteng.
Olehnya ia menyarankan pemerintah provinsi untuk segera duduk bersama dan merapatkan persoalan ini dengan 3 kabupaten terkait yaitu Donggala, Sigi dan Parigi Moutong supaya dalam waktu dekat bisa mengejar target kepesertaan 80 persen per kabupaten kota dan program BERANI Sehat dapat teraktivasi dan terintegrasi dengan UHC Prioritas tanpa kendala.
Baca Juga: Minyak Goreng Tak Sesuai HET dan Takaran Ditemukan di Palu, Hasil Sidak Satgas Pangan Polda Sulteng
Terkait dengan pelunasan tunggakan iuran, Deputi menyodorkan beberapa skenario cost sharing yang bisa dibahas lebih lanjut oleh pemerintah provinsi dan kabupaten kota.
Adapun opsi lain yang juga bisa ditempuh pemerintah provinsi ialah dengan mengumpulkan dana CSR dari berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Sulteng untuk meringankan beban APBD.
Dengan masukan-masukan tersebut, gubernur mengucapkan terima kasih dan apresiasi serta berkomitmen mendeklarasikan UHC Prioritas sesuai syarat dan ketentuan yang diterangkan BPJS Kesehatan.
“Tugas kita mengejar 80 % dulu (tingkat kepesertaan aktif per kabupaten kota) supaya UHC Prioritas jadi pintu masuk BERANI Sehat,” pungkasnya.
Baca Juga: PT Jasa Raharja dan Universitas Padjajaran Tingkatkan Sinergi Pendidikan dan Keselamatan Lalu Lintas
Dengan program BERANI Sehat, gubernur dan wagub optimis pembangunan kesehatan semakin diutamakan dan berdampak bagi warga Sulteng sehingga tidak perlu lagi berobat lanjut ke luar daerah karena faskes yang ada sudah lengkap dalam pelayanan dan juga bertaraf internasional. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












