Selain pembangunan fasilitas, Dishub Kota Palu juga melakukan evaluasi terhadap jalur (koridor) Bus Transpalu untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat.
Beberapa rute favorit seperti koridor Palu–Pantoloan akan dikembalikan dari tiga menjadi sepuluh armada, sementara koridor baru ke Watusampu segera dibuka sesuai arahan Wali Kota Palu.
“Pak Wali Kota mengarahkan agar dibuka jalur ke Watusampu meski sebelumnya tidak dilayani. Walau ada bus dari Donggala yang lewat, tarif Bus Transpalu hanya Rp5.000, sementara mereka Rp10.000. Jadi masyarakat punya pilihan yang lebih terjangkau,” kata Trisno.
Baca Juga: Satpol PP Sulteng Edukasi Kelompok Sanggar Seni saat Berlatih di Kawasan Kantor Gubernur
Terkait bus dari Kabupaten Donggala yang melintasi wilayah Kota Palu, Dishub berencana berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah agar rute tidak tumpang tindih setelah jalur Watusampu resmi beroperasi.
“Kami akan koordinasikan kembali agar bus Donggala hanya menurunkan penumpang di Terminal Tipo. Jika kami sudah membuka jalur ke Watusampu, tentu tidak bisa ada rute yang tumpang tindih,” jelasnya.
Trisno juga menegaskan bahwa evaluasi pelayanan Bus Transpalu penting dilakukan untuk memastikan bus berhenti sesuai titik yang telah ditentukan.
Baca Juga: Jasa Raharja Dorong Penegakan Hukum dalam Upaya Penertiban Kendaraan Odol di Morowali
Masih ditemukan sejumlah pengemudi yang berhenti di luar lokasi resmi sehingga menyulitkan penumpang.
“Bus Transpalu bukan seperti angkutan kota yang bisa berhenti di mana saja. Karena itu kami akan memperjelas tanda-tanda bus stop agar pengemudi patuh dan masyarakat mudah mengenali lokasi naik-turun,” tegasnya.












