“Melalui dukungan terhadap Sekolah Rakyat, kami tidak hanya mendukung akses pendidikan yang setara, tetapi juga ingin memastikan anak-anak memahami risiko di jalan raya. Mereka harus tumbuh menjadi pelopor keselamatan bagi dirinya dan orang lain,” ujarnya.
Dewi menjelaskan, edukasi keselamatan mencakup pembiasaan menggunakan helm SNI, sabuk pengaman, etika pejalan kaki dan pesepeda, hingga cara menolong yang benar saat kecelakaan. “Keselamatan harus menjadi budaya sejak bangku sekolah,” tambahnya.
Komitmen Jasa Raharja dalam mendukung dunia pendidikan selaras dengan Program Monitoring dan Evaluasi Diseminasi (Monev Diseminasi) Korlantas Polri.
Baca Juga: Jasa Raharja Dukung Relawan Bakti BUMN Batch VIII untuk Kesejahteraan Warga Desa Salenrang Sulsel
Program ini menekankan kesadaran tertib lalu lintas sejak usia dini melalui jalur formal maupun non-formal, termasuk integrasi materi dalam mata pelajaran PPKn di jenjang SD, SMP, dan SMA.
Pada Agustus–September 2025, kegiatan Monev Diseminasi dijadwalkan berlangsung di wilayah Polda Banten, Kalimantan Selatan, dan Jambi.
Jasa Raharja mengambil peran dengan menghadirkan modul, pelatihan fasilitator, serta praktik keselamatan berbasis komunitas sekolah.
Baca Juga: Pembinaan Operasional Jasa Raharja di Kepulauan Riau, Fokus Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
Urgensi pendidikan keselamatan jalan ditegaskan melalui data. Sepanjang 2024, tercatat 227.435 kecelakaan lalu lintas di Indonesia, dengan 56.526 kasus melibatkan anak-anak.
“Keselamatan adalah ekosistem. Ketika anak memahami tata tertib, guru memberi teladan, dan orang tua mendukung, maka angka insiden bisa ditekan. Jasa Raharja siap menjadi mitra konsisten dalam melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan tertib berlalu lintas,” tegas Dewi.












