Palu, MemoSulawesi.id – Calon Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, janjikan kenaikan gaji Padat Karya saat mengunjungi warga Kelurahan Buluri pada Selasa sore, 12 November 2024.
Kunjungan ini disambut antusias oleh puluhan warga setempat, mayoritas di antaranya adalah perempuan.
Kehadiran Hadianto di acara tersebut memberi kesempatan bagi warga untuk berdialog langsung mengenai berbagai isu yang penting bagi mereka.
Pada kesempatan tersebut, Hadianto tidak memberikan pidato panjang lebar.
Baca Juga: Hadianto Sampaikan Program untuk Petugas Pemulasaran Jenazah dan Pegawai Syara
Sebagai gantinya, Ketua DPD Hanura Sulteng ini langsung menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pembangunan kota melalui kewajiban membayar pajak.
Hadianto juga mengajak warga untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan kota dengan cara membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta menanyakan siapa saja yang sudah melaksanakan kewajiban pajaknya.
Hadianto tersenyum melihat banyaknya warga yang telah memenuhi kewajiban pajak mereka.
Selain itu, Hadianto juga mendengarkan langsung aspirasi dari warga terkait program padat karya.
Beberapa warga mengungkapkan keinginan untuk kenaikan gaji dan ada juga yang melaporkan adanya anggota padat karya yang meninggal dunia.
Baca Juga: Hadianto Harap Bantuan Usaha dari Pemerintah Dimanfaatkan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Menanggapi hal ini, Hadianto menegaskan komitmennya untuk menaikkan gaji padat karya menjadi Rp1,5 juta per bulan.
Namun, ada ketentuan yang perlu diperhatikan, yaitu anggota padat karya tidak boleh menerima bantuan sosial lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan pangan raskin.
Langkah ini diambil agar bantuan dari pemerintah dapat merata dan dirasakan oleh lebih banyak warga.
“Kita harus saling berbagi, supaya saudara kita yang lain juga bisa merasakan bantuan dari pemerintah. Setuju?” tanya Hadianto, yang disambut antusias oleh warga Buluri.
Terkait program padat karya, Hadianto juga menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk penggantian anggota yang telah meninggal dunia.
“Ke depan, kita akan lakukan evaluasi terhadap padat karya ini. Termasuk penambahan anggota baru untuk menggantikan yang sudah meninggal dunia,” ungkap Hadianto.
Dengan langkah ini, Hadianto berharap dapat memastikan keberlanjutan program padat karya yang tidak hanya memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga, tetapi juga mendorong pemerataan bantuan sosial di Kota Palu. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












