Selain menyoroti pasar tumbuh, DPRD Palu soroti kondisi Pasar Talise yang berada di Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore.
Rusman menilai pasar tersebut belum mampu berfungsi secara maksimal sejak pertama kali dibangun.
Untuk mengoptimalkan pemanfaatannya, ia mengusulkan agar Pasar Talise dapat dialihkan menjadi pasar mingguan seperti Pasar Lasoani atau Pasar Petobo.
“Khusus Pasar Talise di Kelurahan Talise Valangguni, mungkin bisa dialihkan menjadi pasar mingguan seperti Pasar Lasoani atau Pasar Petobo,” jelasnya.
Sebagai informasi, Pasar Talise yang berlokasi di Jalan Dayodara II, Kelurahan Talise Valangguni, dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2015 sebesar Rp4,5 miliar.
Fasilitas yang tersedia meliputi tiga los atau lapak, satu kantor pengelola, satu bangunan berukuran 5 x 4 meter persegi, jaringan air bersih, serta area parkir yang diperuntukkan bagi pedagang sembako dan barang campuran.
Namun, keterbatasan fasilitas dan rendahnya aktivitas perdagangan membuat para pedagang secara bertahap meninggalkan lokasi tersebut.
Akibatnya, Pasar Talise mengalami kondisi tidak aktif selama sekitar delapan tahun sebelum direvitalisasi pada tahun 2023 melalui anggaran tahap pertama sebesar Rp5 miliar.
Meskipun revitalisasi telah dilakukan dan pasar tersebut diproyeksikan menjadi pasar tematik yang dikhususkan untuk perdagangan unggas, hingga kini aktivitas perdagangan di Pasar Talise masih belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Di sisi lain, pasar tumbuh terus bermunculan di berbagai titik dan menjadi perhatian serius DPRD Kota Palu. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












