Sulawesi

DPRD Palu Soroti Kondisi Pasar Talise, Pasar Tumbuh Kian Menjamur dan Picu Kemacetan

×

DPRD Palu Soroti Kondisi Pasar Talise, Pasar Tumbuh Kian Menjamur dan Picu Kemacetan

Sebarkan artikel ini
DPRD Palu Soroti Kondisi Pasar Talise, Pasar Tumbuh Kian Menjamur dan Picu Kemacetan
DPRD Palu soroti kondisi Pasar Talise yang dinilai belum berfungsi optimal serta maraknya pasar tumbuh di sejumlah ruas jalan di Kota Palu. Sorotan tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, dalam rapat bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Rabu 29 April 2026.

Palu, MemoSulawesi.id – DPRD Palu soroti kondisi Pasar Talise yang dinilai belum berfungsi optimal serta maraknya pasar tumbuh di sejumlah ruas jalan di Kota Palu.

Sorotan tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, dalam rapat bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Rabu 29 April 2026.

Dalam rapat mitra kerja tersebut, Rusman Ramli mengungkapkan bahwa pertumbuhan pasar-pasar informal di berbagai titik telah menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan segera.

Baca Juga: Pengusaha di Palu Terancam Tak Bisa Perpanjang Izin, DPRD Gelar RDP Bahas Polemik KBLI dalam OSS

Menurutnya, aktivitas jual beli sayur dan ikan yang berlangsung di sejumlah ruas jalan kerap memicu kemacetan dan mengganggu ketertiban lalu lintas.

Ia menyebutkan, kawasan Jalan Merpati, Jalan Tombolotutu, hingga Jalan Veteran kini dipadati aktivitas perdagangan yang semakin ramai, terutama pada pagi dan sore hari.

“Pada periode 2014–2019 saat saya mulai menjabat sebagai anggota DPRD Kota Palu, bertepatan dengan pembangunan Pasar Talise, para pedagang yang berjualan di Jalan Tombolotutu, Jalan Merpati, dan Jalan Veteran sudah diimbau untuk menempati Pasar Talise. Namun, pada akhirnya kondisi pasar tersebut menjadi seperti sekarang dan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” ujar Rusman Ramli.

Baca Juga: Kolaborasi Ketua DPRD se-Sulawesi Tengah di Akmil Magelang, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Menurut Rusman, fenomena pasar tumbuh tidak hanya terjadi di satu atau dua lokasi, tetapi telah menyebar di berbagai kawasan permukiman warga di Kota Palu.

“Di sekitar tempat tinggal saya saja, mungkin ada delapan pasar tumbuh yang menjual sayur dan ikan. Setiap pagi maupun sore, aktivitas di lokasi-lokasi tersebut ramai dan sering menimbulkan kemacetan. Karena itu, diperlukan pendekatan lintas sektoral untuk mengatasi persoalan ini,” katanya.