Sementara itu, beberapa wilayah dengan harga relatif tinggi meliputi Kabupaten Morowali Utara, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, dan Buol.
Namun, ia memastikan distribusi kini telah menjangkau seluruh wilayah tersebut.
Dengan terpenuhinya pasokan, Bulog optimistis harga Minyakita akan segera stabil dan berangsur turun hingga harga ditetapkan, yakni Rp 15.700 per liter.
Selain itu, Jusri menjelaskan bahwa Minyakita memiliki dua jenis kemasan di pasaran, yakni kemasan botol dan pouch.
Ia menegaskan, perbedaan harga bisa terjadi karena jalur distribusi yang berbeda, terutama untuk produk yang tidak melalui jaringan Bulog.
“Perlu dipahami bahwa Minyakita bukan sepenuhnya dikelola Bulog. Sekitar 35 persen dikelola Bulog, sedangkan 65 persen lainnya didistribusikan melalui pihak swasta,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bulog fokus menjalankan penugasan pemerintah dalam mengelola porsi 35 persen tersebut agar tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat.
Dengan langkah Bulog Sulteng perbanyak stok Minyakita, diharapkan kestabilan harga dapat segera tercapai dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika pasar. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












