Selain itu, wilayah Morowali dan Morowali Utara menunjukkan perkembangan positif karena masyarakat sudah terbiasa menjual dalam bentuk gabah.
Namun, di beberapa daerah lain, Bulog masih menghadapi tantangan dalam mengubah kebiasaan petani yang lebih memilih menjual beras dibandingkan gabah.
“Bulog Sulteng Optimis Capai Target dengan terus melakukan sosialisasi agar petani beralih menjual gabah. Ini penting untuk memperkuat sistem pengadaan nasional,” jelas Jusri.
Baca Juga: Mabes Polri Lanjut Tertibkan PETI Poboya Palu, Sejumlah Barang Bukti Diamankan di Dua Lokasi
Secara kelembagaan, Bulog Sulteng membagi wilayah kerja ke dalam beberapa cabang, yaitu Poso, Luwuk, dan Tolitoli.
Cabang-cabang tersebut membawahi sejumlah daerah seperti Morowali, Banggai, hingga Kota Palu dan sekitarnya, guna memastikan distribusi dan penyerapan berjalan efektif.
Terkait potensi dampak fenomena iklim seperti El Nino, Bulog memastikan kondisi stok beras nasional tetap aman.
Jusri menyebutkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 4,8 juta ton, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar 1,2 hingga 2,2 juta ton.
Menurutnya, dengan ketersediaan stok yang besar, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi gangguan pasokan pangan.












