Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses peternak mikro terhadap jagung pakan dengan harga terjangkau.
Dengan demikian, peternak diharapkan dapat mengendalikan biaya produksi dan mempertahankan keberlangsungan usahanya.
Di Sulawesi Tengah, Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulteng mendapatkan alokasi penyaluran SPHP jagung sebanyak 1.365 ton.
Hingga 7 Oktober 2026, realisasi penyaluran di Sulawesi Tengah telah mencapai 1.232 ton atau 90,24 persen dari total alokasi.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa penyaluran SPHP jagung di wilayah ini telah mendekati target alokasi yang ditetapkan.
Melalui percepatan distribusi tersebut, BULOG berupaya memperluas akses peternak mikro di Sulawesi Tengah terhadap jagung pakan dengan harga yang ditetapkan pemerintah.
Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menegaskan bahwa percepatan penyaluran SPHP jagung merupakan langkah konkret untuk memastikan peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga terjangkau.
Dalam keterangannya di Jakarta, Ahmad Rizal menyampaikan bahwa BULOG terus mengoptimalkan jaringan distribusi dan mempercepat penyaluran jagung di berbagai wilayah guna menjaga stabilitas pasokan nasional.
“BULOG berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp5.000 per kilogram. Kami terus mengoptimalkan seluruh jaringan distribusi dan mempercepat penyaluran di berbagai wilayah agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh peternak,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
“Bagi kami, menjaga stabilitas jagung bukan hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha peternak sebagai bagian penting dari ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Hingga saat ini, program SPHP jagung telah menjangkau 151 koperasi dan asosiasi peternak dengan total 7.553 peternak yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
BULOG menyalurkan jagung melalui koperasi dan asosiasi peternak sebagai mitra distribusi.
Mekanisme ini diharapkan dapat memastikan penyaluran berlangsung tepat sasaran serta mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan secara berkelanjutan.
Selain mempercepat penyaluran SPHP jagung, Bulog juga menjalankan penugasan pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang bersumber dari produksi petani dalam negeri.
Pada 2026, pemerintah menetapkan target pengadaan CJP sebesar 1 juta ton. Pemerintah juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram untuk jagung di tingkat petani dan Rp6.400 per kilogram untuk jagung yang memenuhi standar kualitas di gudang Bulog.
Bulog terus mengoptimalkan penyerapan jagung melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta jaringan pengadaan di daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus memperkuat cadangan jagung nasional untuk mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












