“Harga keseluruhan paket itu sebesar Rp90.000, tahun lalu kita melakukan subsidi sebesar Rp56.500, masyarakat membayar sisanya. Tapi tahun ini kita kurangi subsidinya, namun masih sesuai dengan regulasi SK Bupati yakni subsidi maksimal 40 persen,” kata Kadis Agus.
Ia mengatakan, penyaluran akan dilakukan mulai pada awal-awwal Ramadhan, dilakukan di 16 atau 17 titik, yang diprediksi akan selesai pada pertengahan Ramadhan jika asumsi satu hari menyelesaikan penyaluran pada satu titik.
Terkait dengan kebijakan efisiensi yang saat ini sedang digalakkan pemerintah, Agus menyatakan program ini tidak berkurang sedikitpun, karena berorientasi terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Alokasi masih sama yakni Rp2 miliar, yang dipilah jadi dua momen HBKN, pertama Ramadhan, dan kedua menjelang Nataru. Dananya bersumber dari dana insentif fiskal, tidak terpengaruh efisiensi anggaran, alhamdulillah karena ini untuk masyarakat sehingga tidak ada pengaruh,” katanya.
Baca Juga: Polisi Mediasi Kasus Penganiayaan di Kecamatan Ulujadi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
Ia juga menilai, program pasar murah yang sudah bertahun-tahun dilaksanakan dengan Bulog Sulteng tersebut cukup efektif untuk menekan permintaan di pasar yang berimplikasi instan pada penurunan harga beras.
“Dari pandangan kami, ini efektif. Apa yang kami lakukan ini cukup efektif ditandai dengan ada penurnan harga, permintaan di pasar menurun menyebabkan harga tertekan karena sebagian masyarakat belum membeli komoditi itu untuk sesaat,” tutupnya. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












