Sulawesi

Bulog Cetak Rekor Serapan Tertinggi, Sulteng Capai 12.824 Ton Beras

×

Bulog Cetak Rekor Serapan Tertinggi, Sulteng Capai 12.824 Ton Beras

Sebarkan artikel ini
Bulog Cetak Rekor Serapan Tertinggi, Sulteng Capai 12.824 Ton Beras
Perum Bulog mencetak rekor baru dalam pengadaan pangan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.

Jakarta, MemoSulawesi.id – Perum Bulog mencetak rekor baru dalam pengadaan pangan nasional.

Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.

Capaian tersebut menjadi realisasi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah BULOG sekaligus menandai keberhasilan perusahaan melampaui target sebelum berakhirnya 2026.

Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan BULOG dan pihak-pihak yang berkontribusi dalam pencapaian tersebut.

Baca Juga: TNI dan Bulog Sulteng Gelar GPM di Palu, Sediakan Beras SPHP dan Minyakita

Menurutnya, keberhasilan Bulog cetak rekor serapan tidak terlepas dari kerja keras petugas di berbagai daerah yang turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen terserap dengan baik.

“Insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Ini bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut juga didukung kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.

Baca Juga: Bulog Sulteng Edukasi Petani soal Kualitas Gabah dan Beras di Kasimbar Parimo

Pihak-pihak tersebut meliputi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh, mitra kerja, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Capaian ini harus menjadi energi bagi Bulog untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya.