Seluruh unsur, kata dia, harus menjadi satu kesatuan dalam mendukung percepatan program swasembada pangan nasional.
“Kami akan memberikan informasi kepada PPL terkait harga pembelian Bulog ke petani. Sebaliknya, PPL juga dapat menyampaikan kepada kami jika terjadi penurunan harga di tingkat petani, sehingga Bulog bisa bergerak cepat melakukan penyerapan,” jelas Pimwil Bulog Sulteng.
Saat ini, Bulog Sulawesi Tengah menghadapi tantangan besar dalam memenuhi target serapan pangan produksi domestik.
Baca Juga: Satgas Pangan Polri Sidak Gudang Bulog Sulteng, Pastikan Stok Aman Hadapi Ramadhan di Palu
Target tersebut meliputi komoditas setara beras sebanyak 11.000 ton dan komoditas jagung sebanyak 3.300 ton.
Hingga 20 Februari 2026, Bulog Sulteng baru menyerap 304 ton setara beras.
“Tantangannya cukup besar, karena itu sinergi menjadi kunci,” ujar Jusri.
Baca Juga: Bulog Sulteng Pastikan Pasokan Pangan Hadapi Ramadhan Tetap Aman
Ia menegaskan bahwa Bulog optimistis mampu memenuhi target serapan pangan.
Kunci utamanya, lanjut dia, adalah komunikasi yang lebih intensif dengan PPL, Babinsa, Babinkamtibmas, serta seluruh unsur yang terlibat dalam menyukseskan program swasembada pangan.












